Jejak pengalaman
Foto, rekaman, dan catatan pengamatan merekam pengalaman di kelas, laboratorium, lingkungan sekolah, serta masyarakat.
Portofolio Murid · Sekolah Cendekia
Setiap karya punya cerita. Setiap langkah layak dikenang.
Perjalanan belajar anak terbangun dari pertanyaan kecil, keberanian mencoba, pengalaman bekerja bersama, hingga pemahaman yang semakin matang. Portofolio Cendekia dirancang sebagai diari digital yang merangkai pengalaman tersebut menjadi cerita pertumbuhan murid.
Melalui karya, refleksi, dan umpan balik guru, murid belajar mengenali kemampuannya. Orang tua mendapat bahan percakapan untuk memahami usaha, minat, dan perkembangan anak dari waktu ke waktu.
Jelajahi Isi Diarinya
Murid menceritakan pengalaman, karya, dan pemahamannya. Orang tua mengenal perjalanan anak melalui percakapan yang bermakna.
Setiap catatan menghubungkan pengalaman, bukti belajar, dan pemahaman murid. Karya akhir dilengkapi jejak proses yang membuatnya bermakna.
Foto, rekaman, dan catatan pengamatan merekam pengalaman di kelas, laboratorium, lingkungan sekolah, serta masyarakat.
Sketsa, tulisan, hasil penyelidikan, dan karya digital disertai cerita tentang percobaan, tantangan, serta perbaikannya.
Murid menjelaskan apa yang dipahami, bagaimana perasaannya, apa yang belum berhasil, dan langkah yang ingin dicoba berikutnya.
Diari dapat memuat penyelidikan Project Learning, rancangan robot, karya literasi dan seni, pemahaman serta refleksi Qur’ani, pengalaman ekstrakurikuler, dan kontribusi kepada orang lain. Kemajuan dicatat sesuai tujuan belajar serta tahap perkembangan setiap murid.
Contoh isi diari
Gambaran satu catatan belajar yang menghubungkan penyelidikan, refleksi, dan percakapan keluarga.
“Aku ingin mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman.”
Yang kulakukanMengamati dua tanaman, mencatat kondisi cahaya dan penyiraman, lalu membandingkan perubahan yang terlihat.
Jejak belajarkuFoto pengamatan • Catatan kondisi • Tabel perubahan • Kesimpulan sementara
“Awalnya aku lupa mencatat waktu penyiraman. Pada pengamatan berikutnya, aku membuat jadwal agar catatanku lebih lengkap.”
Umpan balik guruKamu sudah mengenali hal yang perlu diperbaiki. Selanjutnya, samakan kondisi lain agar perbandingan lebih jelas.
Percakapan di rumah“Bagian mana yang paling membuatmu penasaran? Apa yang ingin kamu coba lagi?”
Murid memilih bukti belajar bersama guru, memberi konteks kegiatan, serta menceritakan perannya dalam karya kelompok.
Karya awal dan karya yang telah diperbaiki dibaca bersama. Murid mengenali perubahan pemahaman, keterampilan, dan kebiasaan belajarnya.
Refleksi murid dan umpan balik guru menjadi dasar tujuan berikutnya. Orang tua mendukung melalui perhatian dan percakapan di rumah.
Portofolio diarahkan menjadi arsip bermakna yang dapat dibawa murid setelah menyelesaikan jenjang pendidikan. Agar kenangannya dapat disimpan dalam jangka panjang, rancangan layanan mencakup salinan yang bisa diunduh keluarga.
Salinan diari dalam bentuk dokumen, beserta berkas karya dan rekaman, menjadi arah pengembangan fitur unduhan. Keluarga dapat menyimpan salinannya pada perangkat pribadi dan membuat cadangan.
Akses diari pribadi dirancang bagi murid, orang tua, serta guru yang berwenang. Publikasi karya pilihan memerlukan persetujuan; ketentuan akses setelah lulus dan masa penyimpanan mengikuti kebijakan sekolah.
Diari belajar mengajak anak mengenang usaha, menghargai kemajuan, dan menemukan arah untuk terus belajar. Bagi keluarga, setiap catatan menjadi jembatan untuk hadir dalam perjalanan tersebut.