Literasi AI · Sekolah Cendekia

AI Literacy

Belajar bersama AI, tumbuh sebagai pemikir yang mandiri.

Di Sekolah Cendekia, murid mengenal kecerdasan buatan melalui kegiatan belajar yang bermakna. Dengan pendampingan guru, AI menjadi alat untuk bertanya, memahami konsep, mengembangkan gagasan, dan memecahkan masalah di kelas maupun di laboratorium.

Murid dibimbing menggunakan teknologi secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab, sambil tetap membangun kemampuan berpikir serta menjelaskan dengan bahasanya sendiri.

Kenali Pengalaman Belajarnya
Fikri dan murid putri berseragam Cendekia belajar menggunakan AI dengan pendampingan guru di kelas dan laboratorium; murid laboratorium duduk berhadapan dengan perangkat masing-masing
Di kelas, AI mendukung penjelajahan gagasan. Di laboratorium, AI membantu murid menelaah hasil pengamatan. Guru mendampingi proses belajar.

Kemampuan yang dikembangkan

Literasi AI mencakup pemahaman tentang kegunaan, keterbatasan, dan cara menggunakan AI untuk mendukung proses belajar.

Bertanya dengan jelas

Mengembangkan rasa ingin tahu

Murid belajar menyampaikan tujuan, konteks, dan pertanyaan yang jelas kepada AI, lalu mengajukan pertanyaan lanjutan untuk memperdalam pemahaman.

Memeriksa jawaban

Melatih berpikir kritis

Jawaban AI dibandingkan dengan sumber belajar, hasil pengamatan, dan penjelasan guru. Murid diajak mengenali informasi yang perlu diperiksa kembali.

Mengembangkan gagasan

Mengkreasi solusi

AI digunakan untuk membantu mengeksplorasi ide. Murid tetap memilih, mencoba, memperbaiki, dan menjelaskan hasil karyanya dengan pemahaman sendiri.

Pengalaman belajar di kelas dan laboratorium

Teknologi dihubungkan dengan tujuan pembelajaran. Murid tetap mengamati, berdiskusi, dan melakukan penyelidikan secara aktif.

Di kelas — memahami dan berdiskusi

Murid menggunakan AI untuk mengeksplorasi pertanyaan, mendapatkan contoh, dan membandingkan penjelasan. Guru mengajak murid mendiskusikan hasilnya, memeriksa kesesuaian jawaban, lalu merumuskan pemahaman sendiri.

Di laboratorium — menyelidiki dan menguji

Murid mengumpulkan hasil pengamatan, membandingkan data, dan menggunakan AI untuk membantu mencari kemungkinan penjelasan. Gagasan tersebut diuji terhadap bukti percobaan atau simulasi sebelum menarik kesimpulan.

Contohnya, saat mengamati pertumbuhan tanaman, murid mencatat kondisi dan perubahan yang terjadi, mendiskusikan kemungkinan penyebab bersama AI, lalu memeriksanya melalui data dan pendampingan guru.

Dari rasa ingin tahu menuju pemahaman

  1. 01

    Mengamati & bertanya

    Murid mengenali masalah, mengumpulkan informasi awal, dan menyusun pertanyaan yang ingin dijelajahi bersama AI.

  2. 02

    Memeriksa & mencoba

    Murid membandingkan jawaban dengan sumber dan bukti, lalu menguji gagasan melalui kegiatan belajar.

  3. 03

    Menjelaskan & merefleksikan

    Murid menjelaskan hasil dengan bahasanya sendiri serta merefleksikan apa yang dipelajari dan perlu diperbaiki.

Menggunakan AI dengan adab dan tanggung jawab

Jujur dalam berkarya

Murid menjelaskan bantuan AI yang digunakan, menghargai karya orang lain, dan tetap bertanggung jawab atas hasil yang disampaikan.

Menjaga informasi pribadi

Murid dibimbing untuk tidak membagikan kata sandi, alamat, dan informasi pribadi kepada layanan AI.

Mengenali keterbatasan AI

AI dapat memberikan jawaban yang keliru. Murid dibiasakan memeriksa informasi dan berdiskusi dengan guru sebelum menggunakannya.

Menjaga keseimbangan belajar

Penggunaan AI disesuaikan dengan usia dan kebutuhan pembelajaran, serta dilengkapi diskusi, aktivitas langsung, dan interaksi dengan orang lain.

Bertahap sesuai jenjang

Di SD, pembelajaran diarahkan pada pertanyaan sederhana, contoh yang dekat dengan kehidupan, dan pemeriksaan jawaban bersama guru. Di SMP, murid diarahkan pada perbandingan sumber, penelaahan data, dan pengembangan solusi yang lebih kompleks.

Siap menghadapi masa depan dengan kemampuan manusia yang kuat

Melalui AI Literacy, murid diajak membangun rasa ingin tahu, penalaran, kreativitas, dan tanggung jawab. AI mendukung proses belajar, sementara guru tetap membimbing pemahaman, adab, serta perkembangan murid.

Bertanya dengan jelas, memeriksa dengan kritis, berkarya dengan tanggung jawab.